TERLANJUR TERJEBAK TEKNOLOGI
Kali ini
saya ingin berbagi cerita nih,... dibaca sampai selesai lho, “jangan menuntut
ilmu setengah-setengah, pepatah bilang”. Tidak Jarang saya mendengar percakapan
orang-orang di sekitar saya yang bernada begini
“beberapa menit
yang lalu, kamu suda membaca pesanku? Tetapi kenapa sampai sekarang belum kamu
balas?! ”
“Ah kamu
nggak update, peristiwa heboh itu kan
sedang hangggat diperbincangkandi sosmed..”
“Ihhh
pekerjaan ku ngaak kelar-kelar gara-gara sering membalas mention dan komentar
di status sosial media”
Percakapan
seperti itu tidak hanya dimonopoli oleh satu orang saja atau hanya dalam
situasi tetapi terjadi di mamapun dan kapanpun. Dalam kehidupan sehari-hari
kita juga mengalaminya kan? Sob..?. Kita selalu terhubung dan medapatkan
informasi setiap saat.
Komputer,
dulu hanya bagia kecil dari hidup kita. Mungkin hanya digunakan saat kita
membutuhkanya saja misalnya saat bekerja di kantor. Bahkan saat bekerja,
komputer memiliki fasilitas yang terbatas. Beberapa waktu lalu saya di chat
lewat twitter oleh teman saya mengenai Oculus Rift, yaitu perusahaan yang
membuat kaacamata 3D yang akan membuat orang bisa “masuk” ke dalam dunia
virtual. Waahh Hebat...! Pengguna akan benar-benar berada di dalam medan perang
dalam game, bisa menengok, merunduk, mengadah maupun duduk.
Saya pikir
dan saya rasa, kita perlu mempertibangkan kembali dan memperhatikan
akibat-akibat dari gaya hidup yang baru ini. Karena gaya hidup ini sangat cepat
tercipta di lingkungan kita, yang jadi pertanyaan yaitu apakah kita sudah
benar-benar siap, menerima gaya hidup seperti ini?.
Menurut
saya, kita belum mempunyai strategi yang tepat untuk enghadapi situasi yang
selalu terhubung setiap saat, bahkan tidur pun kita sudah tidak senikmat dulu
ya kan?.
Namun di
satu sisi, kita sudah menganggap bahwa gaya hidup ini adalah cara erbaik untuk
menjalani hidup. IRONIS
Sebagai
contoh sekarang anak-anak kita di manjakan dengan gadge/laptop/PC yang
sebenarnya malah menjerumuskan anak kita ke dalam arus, bagai mana tidak! Pagi,
siang malam ia selalu berinteraksi dengan game-game yang asik, lupa mandi,
makan bahkan menjadi malas sekolah/berangkat kuliah/kerja. Ironisnya lagi kita
sebagai orang tua sudah tau anak kita seperti itu, hanya cuek-cuek saja.
Justru yang
terjadi adalah pemaksaan di sana-sini. Kita sudah tercebur dan larut oleh arus
sebelum kita punya waktu untuk menata hidup, untuk mengelolanya dengan baik.
Semoga kita tidak tenggelam....
Mengapa kita
sebaiknya meluangkan waktu tidak terhubung dengan Internet, di era komunikasi
dan informasi ini?? Sebenarnya ada manfaat yang bagus sekali saat kita tidak
terhubung dengn internet dan sejenisnya
·
Tidak
ada ganguan dan interupsi
·
Memberikan
kita untuk fokus misal dalam bekerja, mencipta atau berkarya
·
Dapat
lebih berinteraksi dengan dunia asli “bukan maya”
·
Mempunyai
waktu untuk membaca buku “bukan baca dari internet”
·
Memberikan
waktu untuk istirahat dari stress “kelebihan informasi”
·
Menciptakan
pikiran yang tenang dan damai
·
Mempunyai
waktu untuk merenung dan berkontemplasi
Masih banyak
lagi manfaat baik dari tidak selalu terhubung dangan internet. MANFAAT INILAH
YANG KITA BUTUHKAAN. Bukan terus menerus hanya memuaskan segala yagn kita
inginkan tanpa memahami yang sebenarnya yang kita butuhkan.
Apa manfaat yang kamu
dapatkan saat kamu tidak selalu terhubung dengan internet?
Silahkan berkomentar kawan....
ABOUTME
Hi all. How Are You? What can I say, we are the best..








0 komentar:
Posting Komentar