Efek Luar Biasa yang Terjadi pada Otak saat Mendaki Gunung
Sudah menjadi tren yang digemari. Dahulu, hanya orang-orang tertentu saja yang menggemari kegiatan ini. Namun lihatlah sekarang, banyak sekali muda-mudi yang berbondong-bondong. Tak lupa kamera dan gadget tercanggih guna membawa oleh-oleh foto keren untuk diunggah ke media sosial. Gunung yang tadinya sepi kini menjadi ramai oleh para pendaki.
Bukan hanya sekedar ingin berfoto, ternyata mendaki gunung dapat memberikan kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri. Diikuti dari Life Hack, mendaki gunung dapat merubah 5 aspek berikut dalam otak kita hingga kita merasa lebih bahagia. Kira-kira, apa yang terjadi pada otak kita saat mendaki gunung?
Mengurangi Kecemasan dan Pikiran Negatif
Mereka yang terlalu fokus pada masalah akan menimbulkan kecemasan dan pikiran negatif yang merugikan. Hal itu akan berujung pada depresi yang mendorong seseorang mencari pelampiasan. Hal paling umum yang akan dilakukan adalah makan. Padahal, ada cara yang lebih mudah dan murah untuk menghilangkan depresi, yaitu mendaki gunung atau sekedar berjalan-jalan di alam terbuka.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa berjalan-jalan selama 90 menit di alam terbuka mampu menurunkan tingkat stres dan mengurangi aktivitas saraf korteks prefrontal subgenual, yang berhubungan dengan penyakit mental. Mereka yang menghabiskan waktu di lingkungan perkotaan tidak mendapatkan manfaat ini.Oleh karena itu, kehidupan perkotaan sangat identik dengan tingkat stres yang tinggi dan kejenuhan.
ABOUTME
Hi all. How Are You? What can I say, we are the best..







Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSIP...Info yg sangat brmanfaat..
BalasHapustrims... mari berbagi info gan..
BalasHapus