Salatiga tidak hanya disebut-sebut sebagai Miniatur
Indonesia, namun kota yang berada di bawah lereng Gunung Merbabu ini bisa
disebut juga sebagai Miniatur Hollywood. Hal itu terbukti dengan banyaknya film
indie yang dibuat oleh sineas muda dan eksis di Salatiga Nobar Festival. Kegiatan
tersebut diikuti dari berbagai komunitas film di Salatiga pada hari Sabtu, 27
Februari 2016 dan berlangsung di Gedung Pertemuan Daerah Salatiga.
Tak mau kalah, BLM (Bandhawa Loka Multimedia) mengirimkan salah satu karya filmnya untuk dapat dinikmati bersama sama. Karya yang dikirimkan berjudul LODJI, mengisahkan tentang seorang anak misterius yang tinggal di sebuah rumah mandor Belanda dan sering kali membawa kejadian kejadian aneh. Salatiga Nonton Bareng Festival yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKSW itu mendatangkan juri dari Direktur Rumah Sanggit Production, Video Editor StephenLangitan.com, dan pendiri Komunitas Studio DG Pictures Ciputat.
Acara yang digelar dengan moto Express Your Movies Without Limits berlangsung dari pukul 09.00
hingga 23.00 WIB. Serangkaian acara screening,
film discussion, awarding diikuti oleh
Crew dan pendiri BLM (Danang Tri Saputra, Yohanes Retyandra, Nurul Khasanah,
Samuel Fajar Satya, Deni Maryanto, Anik
Nursanti, M. Abdor Rohman) hingga malam temu komunitas film.
Film yang disutradarai oleh Chandra Tri Handoko itu
mendapatkan komentar positif dari juri, “Film
Lodji ini ide ceritanya bagus, bisa dibuat cerita lanjutan yang lebih menarik”,
kata Radian Kanugraha. Namun tidak hanya komentar positif, kritik yang
membangun pun juga menjadi penyemangat bagi BLM untuk terus berkarya dalam dunia
perfilman tanah air. (NK)
ABOUTME
Hi all. How Are You? What can I say, we are the best..









ralat min, acara ini diselenggrakan oleh Finger Kine Klub
BalasHapus